MAN 1 Kota Padang, Humas – Untuk tetap menyuburkan sikap patritisme dan nasionalisme serta mengantisipasi kenakalan remaja, MAN 1 Kota Padang mengadakan upacara penaikan bendera merah putih, Senin (24/11) di lapangan upacara MAN 1 Kota Padang.
Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal mengatakan bahwa untuk tujuan ini MAN 1 Kota Padang mengundang kepala kepolisian sektor (kapolsek) Kuranji sebagai pembina upacara, selain untuk realisasi Memorandum of Understanding (MoU) juga untuk pembinaan karakter generasi muda MAN 1 Kota Padang.
Afrizal juga mengatakan bahwa dengan maraknya kenakalan remaja seperti balap liar, narkota dan LGBT, maka perlu mendatangkan pihak keamanan dan penagak hukum untuk melakukan pembinaan kepada para siswa.
“Siswa MAN 1 KOta Padang sudah berakhlak dengan akhlak yang mulia. Walaupun demikian kita juga perlu tim kepolisian untuk langkah antisipasi sejak dini,” jelasnya.
Dalam amanatnya, kapolsek Kuranji, Kompol. Hendri mengatakan bahwa kenakalan kecil yang sering dilakukan siswa adalah berkendaraan dengan tidak memakai helm.
“Pakailah helm saat berkendaraan karena itu bagian dari alat kelengkapan berkendaraan dan akan menghalangi cari cedera kepala,” arahnya.
Hendri juga mengatakan bahwa Narkoba dan LGBT sangat marak di kalangan para remaja. Maka sebagai siswa madrasah, siswa MAN 1 Kota Padang harus menghindarinya dan menjauhinya.
“Jangan anggap pelanggaran kecil sebagai sebuah kebaikan, karena kejahatan itu dimulai dari hal-hal kecil dan lama kelamaan akan menjadi besar. Maka hati-hatilah dengan narkoba dan LGBT,” jelasnya.
“Saya yakin bahwa siswa MAN 1 Kota Padang akan terbebas dari hal-hal buruk tersebut karena siswa MAN 1 belajar akhlak dan ilmu agama. Dan kenakalan itu tidak sesuai dengan ajaran agama,” harapnya.
Hendri berharap agar siswa MAN 1 Kota Padang menjadi generasi pengganti generasi yang memimpin bangsa ini yang harus terbebas dari kenakalan dan penyakit masyarakat.
“Jadilah generasi penerus yang baik dan berakhlak yang baik. Akhlak tidak bisa dibeli dan perjualbelikan,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, Hendri mengatakan agar malu melakukan pelanggaran, dan agar memupuk rasa malu tersebut. Apabila sudah tertanam rasa malu dalam melanggar, maka pendidikan ini akan berhasil.
Upacara ini berlangsung di bawah guyuran hujan, namun upacara tetap berjalan dengan khidmad.
Hadir pada upacara ini kepala madrasah, wakil kepala madrasah, GTK dan siswa MAN 1 Kota Padang.(Ai)
© 2018 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.