Padang -(Humas)- Marliza, kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Padang ikuti Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama pada Senin-Sabtu (6-11Juni /2022) secara tatap muka di Balai Diklat Keagamaan Sumatera Barat. Pelatihan ini diikuti 31 kepala Madrasah di lingkungan kerja Sumatera Barat dan Jambi.
Pelatihan ini merupakan Program Kementerian Agama yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan Padang bertujuan agar materi pelatihan disosialisasikan ke masyarakat sehingga masyarakat mengimplemetasikan beragama secara moderat.
Moderasi agama adalah sikap atau cara pandang perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan dan selalu mengutamakan kemaslahatan bersama atau sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam praktik beragama.
Marliza mengungkapkan bahwa pelatihan penguatan moderasi beragama ini dapat memberikan pemahaman serta penguatan tentang pentingnya bersikap moderat, berupaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah yang menyatukan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa Indonesia.
“Ada sembilan kata kunci dalam moderasi beragama itu sendiri yaitu toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, penghargaan tradisi, kemaslahatan, adil, keseimbangan, kemanusiaan dan kemajemukan ” jelas Marliza.
Dalam pelatihan tersebut materi diisi oleh kepala Balai diklat kementerian Agama RI, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Rektor IAIN Bukit Tinggi dan para widiaswara serta dosen UIN Imam Bonjol Padang. (Afi-Ai)